Tampilkan postingan dengan label For Your Information. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label For Your Information. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 April 2012

Istilah "BECAUSE WHAT??" jadi Trending Topic WorldWide??

Selamat siang sahabat blogger semua. Pada kesempatan yang sangat spesial ini saya akan menulis artikel tentang istilah baru yang belum seberapa tenar saat ini.

Kalau kalian suka menonton acara televisi "Indonesian Idol 2012" anda pasti pernah mendengar istilah "because what??". Yapp istilah tersebut mulanya diucapkan oleh salah satu komentator di ajang pencarian bakat vocal tersebut yang kebetulan juga idola saya. Sahabat sudah tau belom siapa? Siapa?? Yayaya komentator yang satu ini memang dikenal sebagai musisi handal di Tanah Air kita ini. Dia juga yang menjadi pentolan musik DEWA19. Uda tau kan?? Dia adalah Ahmad Dhani Prasetyo. 


Mulanya kejadian tersebut berawal ketika M. Ridho pencipta lagu Neng Neg Nong Neng yang sekarang dipopulerkan oleh TRIAD diundang diacara Indonesian Idol 2012. Sewaktu diwawancara sebentar oleh host nya yang kebetulan disitu juga ada Pakdhe Dhani mengenai penampilan band TRIAD yang membawakan lagu ciptaannya tersebut, Ridho beranggapan bahwa ada nada yang sebenarnya tidak sesuai dengan versinya. Lantas Pakdhe Dhani secara singkat menjawab kalau itu memang disengaja karena nada nya kurang sesuai dengan dirinya. Lalu dengan malu-malu si Ridho bertanya balik "because what" (tanpa nampak seperti kalimat tanya). Nah disini Pakdhe Dhani seolah menemukan istilah baru sembari memberikan jawaban kepada si Ridho. " Because whaaaatt?? yaaaa saya juga harus memasukkan unsur seni saya didalam lagu ini". Kurang lebih seperti itulah asal mula istilah "Because What??".


Nah, sekarang patut kita tunggu apakah istilah "Because What??" nya Pakdhe Dhani bakal menjadi trending topic WorldWide dalam beberapa jangka waktu kedepan atau tidak. Kalau menurut ane sih cukup unik ya dan tidak lama lagi mungkin orang-orang akan menirukan istilah itu, because what?? yaa memang unik aja istilahnya. Hwakakakak :D

readmore »»  

Selasa, 17 April 2012

Teror Tomcat


Menyerang warga di Surabaya, dan kini di Bekasi. 
Gatal, tapi tak mematikan.




VIVAnews –Ketika petang Ahad pekan lalu Djuariyah, 46 tahun, berangkat mandi dia tak menduga binatang kecil menempel di handuknya membawa perkara. Warga Blok B Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Randu, Kenjeran, Surabaya itu menganggap serangga tadi hanya seekor semut. Tak berbahaya.
Selesai mandi, Djuariyah pun mengeringkan badan. Tak ada yang janggal.
Pada malam hari lehernya terasa gatal. Dia menggaruknya. Tapi gatal itu kian menjadi. Makin kuat dia menggaruk, makin meradang kulitnya. Rasa gatal itu merambat cepat ke paha kanan, dan lengan kanan. Djuariyah mengerang. Kulitnya mulai perih dan panas.
Ia mencoba memberi salep, dan menaburi bedak biang keringat. Tapi sia-sia.
“Saya tidak mengira serangga itu berbahaya,” kata Djuariah pada VIVAnews. Meski begitu dia tak pergi ke Puskesmas. Padahal sudah empat hari kulitnya gatal, panas, dan perih.
Rupanya Djuariah tak sendiri. Di rumah susun itu, 60 orang bernasib sama. Ulah serangga kecil itu membuat 23 orang, termasuk anak-anak di Blok A, mengerang gatal. Di Blok B, 26 orang., Blok C 4 orang, dan Blok D ada 7 orang.
Dari televisi, mereka baru tahu gatal itu akibat serangga Tomcat. Sontak warga setempat mulai waspada. Ini serangga ternyata luar biasa.
***
Tomcat memang tengah mengamuk di Surabaya. Ratusan orang menjadi korban.  Sampai 19 Maret saja, Dinas Kesehatan Surabaya mencatat 48 orang melapor ke Puskesmas.
Laporan datang dari Puskesmas Keputih. Kenjeran, Pakus, Medokan Ayu, Pacar Keling, Sidotapo Wetan, dan apartemen East Coast Laguna Pakuwon City. “Sekitar 7 Puskesmas menerima pasien akibat Tomcat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Esty Martiana Rachmie.
Tentu, jumlah korban bisa lebih besar. Banyak warga terkena Tomcat tak melapor ke Puskemas. Contohnya  Djuariyah.  Di tempat dia tinggal, hanya 11 orang ke Puskesmas. Padahal korban di sana ada 60 orang.
Serangan ke Surabaya, sebenarnya dimulai dua pekan lalu, saat kawanan serangga itu menyerbu kawasan elit Apartemen Eascoast, Pakuwon City, Laguna Indah. Sesudah itu, aksi Tomcat menyebar ke wilayah lain.
“Serangan Tomcat tahun ini lebih dahsyat dari tahun lalu,” kata pengamat hama dan penyakit tanaman Dinas Pertanian Kota Surabaya, Radix Prima. Laporan terakhir, ada 28 titik di Surabaya terkena ulah Tomcat. Tapi yang tertangani baru 11 titik. Tahun lalu, kata Radix, Tomcat hanya menyerang Rusunawa Penjaringan Sari, dan Rusunawa Tanah Merah.
Tapi sejumlah serangan yang membuat panik itu pun bukan pertama di Jawa Timur.
Pada 2008, Tomcat menyerang perumahan yang dikelilingi tebu di Tulungagung. Korban 260 orang. Di tahun sama, terjadi serangan di Kecamatan Besuki, Tulungagung. Korbannya 60 orang. Pada 2009, di rumah susun Gresik,  dengan 50 orang korban.  Pada 2010, serangan terjadi di Kenjeran, Surabaya, jumlah korban 20 orang (Baca: Infografik: Serangan Serangga Tomcat).
***
Lalu, apa sebenarnya Tomcat? Sejatinya, Tomcat punya banyak nama. Di luar negeri ia disebut Kumbang Rove (Rove Beetle). Orang Indonesia menyebutnya  Semut Kanai, atau di Malaysia dipanggil Semut Kayap.
Nama ilmiah serangga itu adalah Paederus Fuscipes. Serangga ini termasuk Ordo Orthopetra dan Famili Staphylinidae.
Pakar serangga dan Guru Besar Entomologi Institut Pertanian Bogor, Prof. Dr. Ir. Aunu Rauf, M.Sc. mengatakan, “Binatang ini disebut Tomcat, mungkin karena bentuknya sepintas seperti pesawat tempur Tomcat F-14.” (Baca:  “15 Kali Lebih Beracun dari Kobra”)
Tubuh kumbang ini ramping, ukurannya kurang satu sentimeter, sekitar 7-10 milimeter, dan lebar 0,5-1,0 milimeter.  Kepalanya hitam, sayap biru kehitaman. Bagian toraks dan abdomen oranye, atau merah. Pada saat berjalan, bagian belakang tubuhnya melengkung ke atas.
Tomcat berkembang biak di tanah, dan tempat lembab. Seperti di galangan sawah, tepi sungai, daerah berawa dan hutan.  Serangga ini sangat doyan cahaya, terutama lampu rumah. Itu diduga menjadi alasan mereka meloncat dari sawah ke pemukiman manusia.  Lahan bagi sawah juga kian sempit. Apalagi di Surabaya, sawah tinggal 1.600 hektar. Banyak sawah telah disulap menjadi perumahan.
Kumbang ini adalah pemangsa serangga lain. Ia musuh alami dari hama tanaman padi, wereng coklat. Maka, boleh dibilang Tomcat adalah sahabat petani.
Serangga itu sebetulnya tak menggigit, atau menyengat. Tapi jika terganggu atau tidak sengaja terpijit, ia akan mengeluarkan cairan. Inilah yang berbahaya. Cairan itu penyebab kulit memerah seperti terbakar (dermatitis). Itu sebabnya sering disebut Paederus Dermatitis. Di cairan itu ada zat racun yang disebut pederin. Ada yang menyebutnya 15 kali lebih beracun dari bisa ular kobra.
Bila racun Tomcat terkena di kulit manusia maka akan timbul rasa gatal, panas menyengat dan perih. Bila digaruk, maka bentolan mengandung nanah berwarna bening, akan pecah, dan menyebar ke daerah kulit lain seperti penyakit herpes. Sebaran bentolan akan semakin luas. Bila diobati, penyakit ini akan reda dalam 10 hari, atau dua minggu.
Serangan Tomcat tidak hanya terjadi di Indonesia. Tetapi pernah dilaporkan terjadi di Okinawa-Jepang (1966), Iran (2001), Sri Lanka (2002), Pulau Pinang-Malaysia (2004dan 2007), India Selatan (2007) dan Irak (2008). (Baca: Ulah Tomcat di Sekujur Bumi)
***
Tomcat tak hanya merajalela di Surabaya,  tapi juga di Tuban,  Bekasi,  Yogyakarta, Mataram dan Bali.
Di Kabupaten Tuban, serangga ini membuat cemas warga Desa Talangkembar, Montong, Tuban. Salah satu korbannya, Mauludin, 45 tahun, bercerita gatal-gatal yang dideritanya mirip ulah Tomcat. Kulitnya tak hanya gatal, tapi bengkak, dan sedikit bernanah. "Rasanya panas," kata Mauludin.
Di Bekasi, di ujung barat pulau Jawa, Tomcat bertingkah di Rusunawa  Bekasijaya di Jalan Baru Underpass Duren Jaya, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur.
Dedy bin Warsita, penghuni Rusunawa itu, mengatakan lokasi itu sudah diserang sejak dua bulan lalu. “Saya pernah terkena di leher. Rasanya panas, perih dan kulit saya memerah,” ujarnya. Menurutnya, dari 94 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di sana, 64 KK di antaranya sudah pernah “dikerjai” Tomcat.
Di Yogyakarta, Tomcat menyerang belasan warga di Kampung Celeban, Kelurahan Tahunan, Umbulharjo. Rata-rata warga terkena serangan ini tinggal di pemukiman dekat persawahan. “Saya baru tahu itu Tomcat ketika menonton berita di televisi,” kata warga Celeban ini.
Karena serangan kian meluas, pemerintah pun turun tangan. Dua kementerian, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pertanian terlibat. “Sudah ditangani supaya tak meluas,” kata Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono.
Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Kementrian Kesehatan, Dr Tjandra Yoga, dalam keterangan tertulisnya ke VIVAnews mengungkapkan agar warga tak panik. Ini bukan wabah mematikan. Ia memberi tips jika warga bertemu serangga ini.
Antara lain, jangan dipencet agar racun tidak mengenai kulit. Masukkan ke kantung plastik dan buang ke tempat aman.  Bila kumbang ini berada di kulit, singkirkan dengan dengan meniup, atau memakai kertas. Beri air mengalir, dan sabun pada kulit yang terpapar cairan serangga ini. Bila masih terasa bengkak dan gatal, segera datang ke dokter.
Perlukan serangga ini dibasmi? Pakar penyakit, hama, dan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Dr Suputa, tak setuju. Dia  mengingatkan, Tomcat bukanlah hama yang pantas dibasmi.
Serangga kecil itu adalah predator, dan musuh bagi wereng, hama paling menakutkan bagi para petani. Wereng membuat petani menangis, karena mengisap isi bulir padi. "Tomcat ini serangga berguna yang seharusnya kita dipindahkan ke lahan sawah," kata Suputa.(np)

readmore »»  

Bayi Langka Berkaki 6 Lahir Di Pakistan

Bayi kaki 6

Para dokter di Pakistan harus berjuang untuk menyelamatkan nyawa bayi yang baru lahir seminggu lalu ini, dengan kondisi berkaki 6. Keadaan tersebut diduga karena kondisi genetik langka.
Bayi tersebut diperkirakan mengalami kembar parasit. Dimana ‘saudara’ kembarnya tidak berkembang dengan sempurna dan tumbuh menumpang pada tubuh si bayi.
Jamal Reza, direktur Institut Nasional Kesehatan Anak di Karachi menjelaskan bahwa keadaan tersebut membuat si bayi memiliki jumlah kaki ekstra. Keadaan ini langka dan hanya terjadi pada 1 dari 1 juta kelahiran.
Hingga saat ini, si bayi masih dirawat di ICU, sementara para dokter sedang mempertimbangkan untuk meminta bantuan dokter asing yang berpengalaman melakukan pemisahan terhadap anggota tubuh ekstra tersebut.
Dikutip dari Dailymail 17/04/12, Imran Shaikh, ayah si bayi, berharap bantuan dari pemerintah dan badan amal untuk penyembuhan kembali putranya itu.
Lelaki yang bekerja sebagai teknisi x-ray itu mengatakan;
“Aku tidak mampu untuk mengunjungi Karachi dan mendapatkan perawatan untuk si bayi, dan saya berharap ada dermawan yang membantu”, ungkapnya pada media.
Kasus bayi berkaki 6 ini bisa jadi merupakan kasus pertama yang terjadi di Pakistan, dan pihak medis di Pakistan berharap bisa sukses melakukan operasi pemisahan anggota tubuh parasit tersebut, sebab hal ini bisa sekaligus menjadi pembelajaran bagi dunia medis di sana.

Credit to: http://sidomi.com

readmore »»  

Mumi Berumur 2600 Tahun Siap Dibangkitkan

Mumi Berumur 2600 Tahun Siap Dibangkitkan

Sebuah mumi Mesir yang berusia 2.600 tahun untuk kali pertama dibawa ke rumah sakit untuk melakukan CT scan sehingga bisa dibuatkan kembali wajahnya.
CT scan biasanya digunakan untuk memindai manusia dari penyakit yang diduga diderita. Dan untukscan yang kali ini dilakukan pada sebuah mumi.
Mumi ini adalah seorang imam kuil yang bernama Iset Tayef Nakht. Ia dibawa ke Cornwall di abad 19 dan diperiksa oleh ahli bedah Royal Nava, Sir Stephen Lovehammick pada tahun 1828.
Pada sebuah laporan menunjukkan jika tubuh mumi tersebut masih sempurna ketika ‘bungkusan’ telah dibuka. Seperti alis mata atau dahi masih terlihat dengan jelas.
Kemudian mumi tersebut disumbangkan ke Royal Institution of Cornwall pada tahun 1837 dan sekarang di Museum Royal Cornwall di Truro.
Jane Marley, kurator musem arkeologi mengatakan, jika mumi ini tatkala meninggal berusia sekitar 65 tahun.
“Ia berusia tatkala meninggal sekitar 65 tahun. Ini terlihat dari giginya dan fakta bahwa ia memiliki radang sendi,” ujarnya.
Jane Marley melanjutkan, jika mumi tersebut hanya bertinggi 1,5 meter. Tapi mungkin saja tingginya telah menyusust saat mumifikasi dan pembungkus telah menyusutkan dia pula.
Iset Tayef Nakht adalah seorang imam kuil di Al Karnack, sebuah desa di tepi timur Sungai Nil, Mesir, sekitar 2.600 tahun yang lalu.
“Saya sangat tidak sabar untuk segera melihat wajahnya untuk pertama kalinya. Saya berharap suatu kali nanti dapat melakukan analisis DNA pula,” pungkas Jane Marley.


Credit to: http://sidomi.com 

readmore »»  

Kecanduan Internet: Remaja Dan Dewasa Habiskan 15 Jam Online Dalam Seminggu

Inggris adalah negeri internet. Masyarakat negeri ini menghabiskan waktu lebih dari 15 jam setiap minggunya atau lima jam lebih banyak dari enam tahun yang lalu.
Delapan dari sepuluh orang dewasa online dari pelbagai perangkat yang berbeda. Angka ini meningkat 20% lebih banyak dari tahun 2005 silam.
Sebuah survei dari sebuah media regulator, Ofcommengungkapkan data yang demikian. Mereka menghabiskan waktunya untuk berjejaring sosial dengan perangkat smartphone maupun PC.
Penelitian menunjukkan jika 59% pengguna internet dewasa memiliki akun di situs jejaring sosial. Dan dua pertiga dari mereka mengunjungi situs tersebut setiap harinya. Angka ini naik sepertiga daripada tahun 2007.
Untuk akses internet sendiri telah mengalami peningkatan drastis sebesar 10% dalam setahun dan mingkat menjadi 87%.
Pakar mengatakan jika daya beli smartphone juga memengaruhi waktu penggunaan internet. Alokasi waktu yang digunakan meningkat dari 14,2 jam menjadi 15,1 jam tiap minggunya jika dibandingkan dengan tahun 2010 silam.
Bagaimana dengan akses di rumah? Survei membuktikan jika akses internet pada penggunaan rumah meningkat dari 9,4 jam menjadi 10,5 jam.
Data lain menunjukkan jika sembilan dari sepuluh orang yang berusia lebih dari 75 tahun tidak menggunakan internet.
Bob Warner dari pihak Ofcom mengatakan jika mereka yang berusia di atas 65 tahun tidak memiliki minat terhadap internet dan tak berniat memiliki koneksi di rumah.
‘Tiga dari sepuluh orang mengatakan jika kereka senang dengan rincian kartu kredit online. Namun seperempat dari mereka tak pernah membaca ketentuan dan persyaratannya di website. Ini yang berbahaya,” pungkasnya.




Credit to: http://sidomi.com

readmore »»